• Jelajahi

    Copyright © Caibernews.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    HEADER BLOG

     


    DKUP Luwu Gelar Pelatihan Pengolahan Biji Kakao

    Admin-Zen_
    28 November 2025, 02:00 WIB Last Updated 2025-11-28T15:43:23Z

    Caibernews.com | Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUP) menggelar Pelatihan Pengolahan Biji Kakao di Aula Hotel Belia, Kota Belopa, Jumat (28/11/2025).


    Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala DKUP Kabupaten Luwu, Rahimullah, SE., MM., dan dihadiri oleh pengurus TP-PKK Kabupaten Luwu, tokoh masyarakat, serta kelompok tani peserta pelatihan.


    Dalam sambutannya, Rahimullah menegaskan bahwa pengembangan sektor agribisnis merupakan bagian dari visi pembangunan Kabupaten Luwu, yaitu “Luwu Unggul, Berkarakter dan Berbasis Agribisnis.” Ia menyebut kakao sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai bahan mentah, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah.


    “Tantangan kita bukan lagi sekadar memproduksi kakao, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas dan nilai tambahnya. Pengolahan yang baik, mulai dari fermentasi, pengeringan, hingga teknik lanjutan akan menentukan kualitas akhir produk dan meningkatkan daya saing hingga pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.


    Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap kapasitas petani dan pelaku UMKM semakin meningkat, disertai penguatan etos kerja, kedisiplinan, serta dorongan untuk hilirisasi dan inovasi pengolahan hasil perkebunan kakao.



    Rahimullah juga mengajak peserta untuk memanfaatkan pelatihan sebagai momentum perubahan. “Serap ilmu sebanyak mungkin, praktikkan, dan kembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen memberikan pendampingan, program pemberdayaan, fasilitas, dan kebijakan yang mendukung pengembangan agribisnis kakao,” tambahnya.


    Sebelumnya, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Syahrir, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait pengolahan biji kakao, termasuk pemahaman standar mutu dan keamanan pangan.


    Pelatihan diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari kelompok tani dan pelaku usaha pengolahan kakao. “Pelatihan ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga bagaimana menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi dan bernilai tambah sehingga mampu bersaing di pasar,” tutup Syahrir.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Lainnya