Kepala sekolah tersebut mengaku kerap menerima telepon dari Ridwan Syam yang disebut meminta “jatah” terkait anggaran revitalisasi gedung baru maupun rehabilitasi sekolah di wilayah Palopo dan Luwu.
"Saya Selalu di mintaki uang, Alasannya Jatah untuk Kepala Cabang Dinas, Bahkan ada salah satu sekolah yang sudah kirimkan Uang Sebanyak 3X," ujarnya
Ia juga mengeluhkan tekanan yang dirasakannya, Karena Ridwan Syam Setiap Hari menelfon dan Menanyakan perihal pembagian untuk Dirinya
“Nada bicaranya menekan, dan bertanya Nilai yang harus disetor, padahal Pekerjaan Sementara Berjalan,” tambahnya.
Sejumlah kepala sekolah lain di wilayah Luwu Raya juga dikabarkan mengalami hal serupa, namun masih enggan memberikan keterangan terbuka karena khawatir terhadap jabatan dan proses pencairan anggaran.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ridwan Syam, tidak menampik adanya permintaan tersebut, dirinya mengakui bahwa permintaan tersebut karena sebelumnya jika dirinya mau naik makassar beberapa kepala sekolah meminta untuk singgah di sekolah.
Sementara terkait permintaan dana dari Pekerjaan Revitalisasi, Ridwan Syam Menjelaskan bahwa transfer dari salah kepala Sekolah Sebanyak 2X karena ucapan Terima Kasih.






